Jumat, 24 Agustus 2012

cincin kawin (part 1)

Cincin kawin mungkin merupakan tradisi dari ribuan tahun yang lalu, dan bersifat universal untuk pasangan yang menikah, karena ada tradisi pemakaian cincin kawin antar pasangangannya setelah ijab atau pemberkatan. Untuk zaman sekarang menikah tidak ada cincin kawin ga OKE, tidak ada foto memamerkan cincin ga keren, apalagi semakin mahal cincin kawin semakin keren. Ya, walau untuk yang satu ini, bukan cuma cincin kawin saja, untuk segala macam materi juga demikian, semakin mahal semakin membuat bangga sang pemakai atau sang pemiliknya. Untuk cincin kawin, bahan emas lah yang masih prestisius, emas 24 karat terutama, tapi sayang untuk emas 24 karat modelnya terlalu sederhana, tidak bisa dipakaikan berlian atau permata karena rugi, karena sifatnya yang sukar dibentuk dan sedikit lunak, mudah berubah bentuk apalagi kalau tipis. Emas putih lebih populer untuk pasangan muda zaman sekarang, karena model yang lebih modern, bisa ditambahkan dengan batu permata atau berlian, alasan lainnya cowok diharamkan pakai cincin emas. Duh, emang cincin emas putih itu bukan emas yah? Berhubung gw mo merid, sooo mulailah gw browsing tentang cincin kawin, dari mulai bahannya dan model impiannya. Bukan soal tradisi atau gaya2an di foto pakai cincin kawin, tapi lebih karena untuk simbol hubungan antara gw & kaka, keseriusan, kesetiaan, penghargaan, love etc-lah yang jelas cincin kawin buat gw penting. Tapi waktu gw ajukan keinginan gw, kaka kurang merespon, mungkin dia pikir kalau bakal nambah bujet nikah kita. Walaupun bgitu, gw tetap browsing, soal bujuk-membujuk belakangan aja.

Cincin kawin bisa dibuat dari yang paling mahal platinum, emas, emas putih, paladium, perak, dan titanium yang paling murah. Platinum (Pt) logam lebih kuat dari emas, ga mudah pudar warnanya, untuk harga dua kali lipat dari emas murni, lucunya lagi kalau dijual lagi, harganya turun jauh dari waktu di beli dan jarang toko emas di Indonesia yang mau beli kembali. Emas (Au) logam mulia paling populer di dunia, biasa dijadikan investasi karena harganya yang terus naik. Untuk harga emas 24 karat, 500k, biasanya emas yang digunakan untuk perhiasan emas di Jakarta itu mas 70% (70% emas dan 30% logam lainnya, biasanya paladium) atau 18 karat, jadi kalau penjual di toko mas-nya bilang 23 karat atau 22 karat berarti bohong, atau bisa di cek di balik perhiasan bagian ada angka 70 berarti 70%. Hitungannya begini:
22/24 x 100% = 92%
23/24 x 100% = 96%
untuk 24 karat biasanya emas 99%, 1 % logam lain. Soal hitungan harganya sama dengan hitungan persen, contoh harga emas 24 karat sekarang 500 ribu, jadi untuk emas 18 karat/ 70% harganya jadi 380ribu. Emas putih itu bukan platinum, walau harganya lebih mahal dari emas kuning, lebih mahal itu karena campuran emasnya lebih banyak, untuk emas putih yang di jual di Jakarta 75%, harga jualnya 400ribu per gramnya, tapi kalau dijual berkurang 20ribu per gramnya. So kalau memilih emas putih harus untuk selamanya, bukan untuk dijual lagi.
Bahan lainnya paladium,berwarna putih, kuat, dan warna tahan lama ga mudah pudah pudar atau menghitam, harga beda sedikit dengan emas 300rb-an per gram nya. Silver atau perak (Ag, Argentum) untuk harga jauh lebih murah, karena memang bukan termasuk logam mulia, sifatnya yang mudah dibentuk menjadikan perak jadi bahan alternatif untuk cincin kawin, modelnya variatif, tapi sayangnya sifat perak bisa menghitam karena korosi untuk jangka waktu beberapa tahun, jadi harus rutin dicuci, atau di krom ulang untuk mempertahankan warnanya. Harga perak 30rb per gramnya Terakhir titanium, sifatnya lebih kuat dan tahan lama, harganya juga murah hanya 15rb per gram nya tapi sayang karena sifatnya yang kuat ga mudah dibentuk, so walau banyak model, modelnya terbatas flat. Sempet tertarik sih, soalnya banyak pasangan yang rekomen memakai cincin kawin dari titanium yang bagus, awet dan murah. Toko emas penjual cincin titanium yang konsen di cincin kawin yang prestisius masih jarang, satu2 nya blog yang menjual cincin kawin titanium dan rekomended itu di cincintitanium.blogspot.com atau ada juga toko perhiasan De Paris di Atrium. Tapi gw ga jadi milih cincin titanium, karena harga yang di jual berbeda jauh dari harga pasaran yang cuma 15rb per gram, karena mereka jual dengan harga 800rb satu pasang. Gw gak tahu deh bedanya dimana, tapi untuk bahan sama titanium, untuk permatanya juga sama pake zircon. So takutnya ga wortid dengan harga segitu.

Lanjut ke model cincin kawin, nih beberapa model yang gw browsing dari google dan beberapa toko perhiasan online.






Untuk model, gw udah pastiin ada doff nya, gw pake permata kalo kaka polos aja. So gw ajuin anggaran cincin kawin ke kaka, gw pake emas putih, kaka pake silver, bujet sekitar 2,25 jt. Hore,, kaka setuju tuh,, dan dia juga janji bakal make seterusnya. Yipppyy...

Hari Minggu tanggal 29juli kemarin gw sama kaka hunting toko emas, niatnya mo searching ke ITC, soulmate (Artha Gading) toko emas yang populer di pasangan muda mudi buat memesan cincin kawin. Tapi seperti biasanya kalo perginya sama kaka ga perlu hunting lama2, kalo udah suka ya beli itulah dia. Toko emas pertama dan terkhir kita masukin di ITC Cempaka Mas, nama tokonya Sinar Terang, mungkin ga sepopuler toko mas Kaliem di Melawai atau Soulmate di Artha Gading, tapi untuk model perhiasan en kualitasnya bagus koo ga sekedar lumayan, makanya pas ke situ lansung suka sama semua modelnya, jadi bingung. Tapi setelah dinperhatiin dengan seksama jatuhlah ke satu pilihan gw dan kaka. Untuk harga emas dari toko2 di Jakarta sama, yang beda cuma ongkos bikin, so gw harus nawar serendah2 nya biar dapet harga murah. Nih rincian harganya:
- emas putih 4 gram = 1.600.000
-silver 7 gram = 210.000
- ongkos bikin = 450.000
tital 2.260.000
kalau mau pakai berlian 0,1 karat tambah 1jt. Tapi low bujet nih, so permatanya pakai zircon saja, gratis ga ada tambahan biaya.
Gw harap hasilnya ga mengecewakan, tanggal 1 september nanti.


1 komentar:

Jogjabelanja Jogja mengatakan...

makasih infonya..mantap nih..jadi mau nikah
toko cincin kawin terpercaya

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates